Friday, May 24, 2013

Siapa Orang Yang Bangkrut itu ?


Dari Abi Hurairah r.a, Nabi SAW bersabda: “Tahukah kamu siapa yang  bangkrut itu?“, mereka (sahabat) berkata: “Ya Rasulullah, orang yang  bangkrut menurut kami ialah orang yang tidak punya kesenangan dan uang“  (kemudian) Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari  umatku ialah orang yang datang (pada hari kiamat) membawa pahala  sholat, zakat, puasa dan haji. Sedang (ia) pun datang (dengan membawa  dosa) karena memaki-maki orang, memukul orang, dan mengambil harta  benda orang (hak–hak orang), maka kebaikan-kebaikan orang (yang  menzalimi) itu diambil untuk diberikan kepada orang-orang yang  terzalimi. Maka tatkala kebaikan orang (yang menzalimi) itu habis,  sedang hutang (kezalimannya) belum terbayarkan, maka diambilkan kajahatan-kejahatan dari mereka (yang terzalimi) untuk di berikan  kepadanya (yang menzalimi), kemudian ia (yang menzalimi) dilemparkan kedalam neraka (HR. Muslim)

Sudahkah kita melakukan sholat dengan benar ? sudahkan kita puasa ramadhan ? sudahkah kita menunaikan zakat ? sudahkah naik haji . Kalau  jawabannya sudah apakah sudah yakin akan masuk surga ataukah malah masuk neraka ?   

Dalam ceramah – ceramah yang ada jarang sekali kita mendengar  membahas tentang dosa kita kepada orang lain atau hubungan kita sesama manusia . Padahal Allah menyuruh kita agar seimbang antara Habluminallah dan Habluminannas .  Semua  yang kita lakukan didunia tentu akan berdampak untuk kehidupan akherat kelak dan semuanya tentu akan diperhitungkan .

Coba kita merenung sejenak membaca hadist diatas siapakah orang yang bangkrut ? apakah yang tidak punya uang ? teryata bukan,  orang yang bangkrut adalah orang yang sudah melaksanakan rukun Islam, di hari kiamat juga membawa pula dosa karena menzalimi orang lain , memaki-maki orang, memukul orang, dan mengambil harta  benda orang (hak–hak orang), maka kebaikan-kebaikan orang (yang  menzalimi) itu diambil untuk diberikan kepada orang-orang yang  terzalimi. 

Hingga sampai kalau pahala kebaikan kita sudah habis sedang hutang kezalimannya belum terbayar maka diambilkan kajahatan-kejahatan dari mereka (yang terzalimi) untuk di berikan  kepadanya (yang menzalimi), kemudian ia (yang menzalimi) dilemparkan kedalam neraka .



Bayangkan jika anda menjadi seorang pemimpin disuatu negeri atau yang lebih kecil lagi lurah disuatu daerah kemudian anda melakukan tindakan korupsi , bila ada ratusan penduduk yang anda ambil haknya , anda zalimi , berapa besar dosa yang sanggup anda pikul. Ratusan juta orang yang anda zalimi di hari kiamat kelak akan bisa menagih dan mengambil pahala- pahala sholat, puasa, zakat, haji anda . Seandainya dosa anda kepada jutaan orang yang dizalimi lebih banyak dari amalah sholeh anda,  sudah sangupkah anda membayangkan siksa neraka.



Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Abu Sa'id al-KhudriRadhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallambersabda;

"Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya, ia memakai dua sandal dari neraka, seketika itu mendidih otaknya disebabkan panasnya dua sandalnya itu."
  
Kezaliman terbagi dua, yaitu menzalimi diri sendiri, dan menzalimi orang lain. Menzalimi diri sendiri ada dua bentuk yaitu syirik dan perbuatan dosa atau maksiat. Menzalimi orang lain adalah menyakiti perasaan orang lain/ aniaya, mensia-siakan atau tidak menunaikan hak orang lain yang wajib ditunaikan.  Zalim  secara istilah mengandung pengertian “berbuat aniaya/celaka terhadap diri sendiri atau orang lain dengan cara-cara bathil yang keluar dari jalur syariat Agama Islam”.

Allah SWT tidak suka terhadap perbuatan zalim, perhatikan firman-Nya berikut ini : “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS Ali Imran [3] : 57). 

Dan perhatikan juga firman-Nya yang lain: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS. Asy Syuura [42] ; 40)


Setelah kita mengetahui bahayanya perbuatan zalim yang dapat menghantarkan  kita menjadi hamba yang bangkrut di akhirat kelak, marilah kita selalu menjaga diri kita,  agar tidak berbuat zalim terhadap sesama  dan segera bertaubat dan meminta maaf  bila sudah terlanjur berbuat zalim kepada orang lain.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment